A L Q O Y Y I M

Loading

Sebagai seorang muslim selayaknya bila kita melihat aktivitas rutin Nabi untuk kita teladani karena nabi Muhammad adalah uswatun hasanah termasuk dalam olah fisik apalagi beliau juga seorang panglima perang. Aktivitas fisik beliau antara lain;

 

  1. Jalan kaki

Rasulullah Saw. dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki, sebagaimana ditunjukkan sebuah hadits dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, “Aku belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan daripada Rasulullah Saw. Roman mukanya cemerlang, seperti matahari, juga tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan beliau. Padahal, beliau tampaknya seperti berjalan santai saja.” (HR. Muslim).

  1. berlari

Beliau pernah mengajak Aisyah Ra. berlomba dengan beliau. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud, Aisyah mengisahkan, “Aku pernah bersama Rasulullah Saw. dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Lalu, beliau berkata kepada para sahabat lainnya, ‘Silakan kalian berjalan duluan!’ Para sahabat pun berjalan duluan semuanya. Kemudian, beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba! Aku pun menyambut ajakan beliau. Ternyata, aku dapar mendahului beliau dalam terlari. Beberapa waktu setelah kejadian tersebut, beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu. Suatu ketika, aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata :epada para sahabat, “Silakan kalian berjalan duluan! para sahabat pun berjalan lebih dulu. Kemudian, beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba!” Saat itu, aku sudah lupa terhadap kemenanganku dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?” Beliau berkata, ‘Marilah kita mulai.’ Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tersenyum seraya berkata, “Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.

 

 

  1. Memanah

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hiburan kecuali dalam tiga hal; seorang laki-laki yang melatih kudanya, candaan seseorang terhadap isterinya, dan lemparan anak panahnya. Dan barangsiapa yang tidak memanah setelah ia mengetahui ilmunya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri.” (NASAI – 3522)

 

Subhanalah memanah ternyata adalah hiburan yang diberkahi bagi orang beriman dan

bukan merupakan suatu kesia-siaan,tentunya selama tidak mengganggu ibadah.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (ABUDAUD – 2153)

 

Bahkan dalam hadits di atas memanah merupakan suatu kekuatan tersendiri yang perlu dikuasai oleh kaum muslimin.

 

  1. Berkuda

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hiburan kecuali dalam tiga hal; seorang laki-laki yang melatih kudanya, candaan seseorang terhadap isterinya, dan lemparan anak panahnya. Dan barangsiapa yang tidak memanah setelah ia mengetahui ilmunya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri.” (NASAI – 3522)

 

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Lahwun (yang bermanfaat) itu ada tiga: engkau menjinakkan kudamu, engkau menembak panahmu, engkau bermain-main dengan keluargamu.”

Cukuplah dua hadits di atas sebagai gambaran bagaimana Rasulullah menghasung umatnya untuk berkuda di samping sebagaimana hadits tersebut sebelumnya berkuda termasuk kekuatan tersendiri.

Leave a Comment