A L Q O Y Y I M

Loading

 

A. PENGERTIAN SIHIR

Pertama: Sihir secara bahasa

Dalam hal ini, Al Laits berkata, “Sihir adalah perbuatan yang mendekatkan diri pada setan dengan meminta pertolongan kepadanya”

Al Azhari berkata, “Asal sihir adalah memalingkan sesuatu dari hakekatnya kepada hal yang lain. Maka, seakan-akan ketika penyihir melihat kebatilan dalam bentuk kebenaran, maka ia telah menyihir sesuatu dari bentuk aslinya atau menukarnya.

Kedua: Sihir dalam pengertian syar’i

Ibnu Qudamah Al Muqaddasi berkata, “Sihir adalah rangkaian perkataan yang ditulis atau diucapkan, atau melakukan sesuatu yang berpengaruh pada badan, atau hati, atau akal orang yg disihir secara tidak langsung, dan itu semua memiliki hakikat. Maka, diantaranya ada yang dapat membunuh, menyakiti dan ada juga yang mengikat suami dari istrinya hingga tidak dapat menyetubuhinya. Ada juga yang berbentuk pemisahan seseorang dengan istrinya, atau ada juga yang membuat seseorang marah terhadap orang lain, atau membuat dua orang saling mencintai

KESIMPULAN PENGERTIAN SIHIR

Sihir adalah bersatunya penyihir dengan setan agar penyihir melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan, atau perbuatan syirik dengan imbalan setan membantunya dan menuruti apa yang dia minta.

 

B. DALIL-DALIL YG MENYEBUTKAN ADANYA SIHIR

  • Dalil Al Qur’an

Firman Allah :

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui” (Al Baqarah : 102)

  • Dalil dari As Sunnah

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda :

“Jauhilah tujuh perkara maksiat” Para sahabat berkata, “Wahai RasululLah, apa itu?” Nabi menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir melakukan pembunuhan yang diharamkan AlIah kecuali dengan kebenaran, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dalam peperangan, dan menuduh berzina wanita wanita mukminah yang tidak terlintas sama sekali dalam pikirannya akan perbuatan zina”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra’ bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘

“Barangsiapa yang mendapat pengetahuan dari perbintangan ( ramalan ) berarti ia telah mengambil salah satu orang dari sihir Semakin banyak ia mendapatkan, maka semakin banyak sihir yang ia lakukan ”

  • Pendapat ulama tentang sihir.

Khatabi Rohimahullah, berkata, “‘Sebagian kaum yang hanya rasionalis, mengingkari adanya sihir dan menolak keberadaannya. Adapun jawabannya adalah, bahwa sihir itu ada dan nyata. Allah berfirman:

“dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul”  (Al Falaq : 4)

Dalam hal ini, terdapat riwayat dari Rasulullah SAW yang tidak diinginkan kecuali oleh orang-orang yang mengingkari kebenaran dan kenyataan. Para ulama telah membuat cabang pembahasan tentang hukuman bagi para penyihir. Adapun perkara yang tidak memiliki dasar yang jelas, tentu tidak akan sampai seperti ini dalam hal kemasyhuran dan banyaknya pembahasannya. Maka, menolak keberadaan sihir adalah sebuah kebodohan.”

Iman An-Nawawi berkata, “”Memang benar bahwa sihir itu nyata dan ada, karena kebanyakan ulama mengatakan: bahwa sihir itu ada dengan dalil dari dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shohih dan masyur adanya.”

Leave a Comment