A L Q O Y Y I M

Loading

ALQOYYIM.COM – Unit Pelaksana Teknis Qur’an Center bidang Ruqyah Syar’iyyah menggelar kegiatan terapi ruqyah di Ruqyah Bapak Sugito, Krangkeng RW 03, Kel. Bendosari, Kec. Bendosari. Keluarga Bapak Sugito turut antusias mengikuti kegiatan terapi ruqyah ini. Total ada 7 orang yang mengikuti.

Ruqyah syar’iyyah merupakan sebuah teknik terapi penyembuhan dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Quran dan do’a-do’a yang mu’tabaroh kepada pasien/orang yang diruqyah, dengan sesuai kepada ketentuan-ketentuan Al-Quran dan As-Sunnah sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulullah Saw. Ruqyah juga menjadi salah satu media untuk membentengi diri dari gangguan sihir. Praktik ruqyah syar’iyyah ini sejalan dengan ayat Al-Quran surat Al-Isro ayat 82 yang menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan sebagai obat bagi manusia.

Demikian pemaparan Ustadz Sri Yanto Mustaqim selaku kepala bidang ruqyah syar’iyyah, yang membuka rangkaian kegiatan dengan materi pengantar, sebelum praktik ruqyah dilaksanakan. Turut hadir mendampingi beliau Ustadz Maulana dan Ustadz Agus Mulyono yang juga merupakan tim anggota bidang ruqyah. Dalam pelaksanaannya, Ustadz Maulana menjelaskan bahwa terdapat dua jenis ruqyah yaitu ruqyah syar’iyyah dan ruqyah syirkiyyah. Ruqyah syar’iyyah, ungkapnya, merujuk kepada ruqyah yang sesuai dengan tuntunan syari’at, yaitu dengan metode terapi Al-Quran, sementara ruqyah syirkiyyah merujuk pada praktik ruqyah yang di dalamnya tidak sesuai syariat, yaitu mengindikasikan perilaku-perilaku syirik atau menyekutukan Allah Swt.

Ustadz Maulana juga menekankan arti penting ruqyah sebagai sarana untuk membentengi diri dari praktik sihir. Sihir, dalam paparannya, membahayakan aqidah sekaligus nyawa seseorang, oleh karenanya Islam merespon hal itu dan memberikan tuntunan ruqyah syar’iyyah dengan menggunakan Al-Quran untuk menghalau gangguan-gangguan jin, termasuk sihir. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa ruqyah syar’iyyah juga harus disertai dengan kegiatan Tazkiyyah an-Nafs atau penyucian jiwa. “Semua bentuk pengobatan, harus disertai Tazkiyyah. Ruqyah tanpa Tazkiyyah maka hasilnya nol,” pungkasnya.

Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan ruqyah yang dipimpin langsung Ustadz Sri Yanto Mustaqim. Pada kegiatan ini. Bapak Sugito, selaku kepala keluarga yang berharap bahwa dengan terselenggaranya kegiatan ini, keluarganya dapat sembuh dari gangguan sihir yang sudah dirasakan cukup lama serta penyakit-penyakit yang tak kunjung sembuh bisa mulai membaik. Selain itu Bapak Sugito dan sekeluarga memperoleh pengetahuan mengenai kaitan ruqyah dengan pendidikan tauhid, hakikat penyakit dan kesembuhan dalam Islam, memahami hakikat gangguan-gangguan sihir, serta memahami hakikat ruqyah sebagai metode penyembuhan, yang dengan ilmu tersebut keluarga Bapak Sugito dapat melaksanakan ruqyah secara mandiri di kemudian hari.

Lewat kegiatan ini juga tujuannya untuk melatih agar para keluarga Bapak Sugito dapat melaksanakan ruqyah secara mandiri. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan tersebut memberikan kesan yang berdampak bagi keluarga Bapak Sugito, khususnya dalam perilaku sehari-hari.

2 Comments

Leave a Comment