pendik escortbursa escortankara escortadana escortmanavgat escorteskişehir escortmalatya escortdiyarbakır escorturfa escortçeşme escortantalya escortkonya escortantalya escortmezitli escortşişli escortistanbul travestitekirdağ escortataşehir escortkadıköy escortakaretler escortarnavutköy escortataköy escortavcılar escortbağcılar escortbahçelievler escortbahçeşehir escortbakırköy escortbaşakşehir escortbayrampaşa escortbeşiktaş escortbeylikdüzü escorteminönü escortesenyurt escortetiler escorteyüp escortflorya escortgültepe escorthadımköy escorthalkalı escortkağıthane escortkemerburgaz escortlevent escortmaslak escortnurtepe escortşişli escortmecidiyeköy escortpangaltı escortsarıyer escortşirinevler escortşişhane escorttaksim escortunkapanı escortzeytinburnu escortzincirlikuyu escortadaxbetadaxbetadaxbett.comjudi slotshellizm.comhacklink.toolsantalya escortescortistanbul escortescortbakırköy escorthalkalı escortbahçelievler escorthttps://34k.org/bursa escortsite açmakbursa escortizmit escortkocaeli escortgörükle escortistanbul escort

October 24, 2022 in Rubrik

Belajar Dari Kisah Tsa’ban

Tsa’ban adalah sosok pria yang rajin beribadah. Maka sama rasulullah Shalallahualaihi wasalam Ia dijuluki sebagai ‘abid , yakni hambanya Allah yang rajin beribadah. Setiap shalat jamaah dimasjid Nabawi pasti dengan mudah Rasulullah menjumpainya berada dishaf terdepan dibagain pojok sebelah kanan. Suatu hari diwaktu shalat shubuh akan selenggarakan, Rasulullah tidak mendapati Tsaban sahabatnya berada dalam barisan shof shalat. rasulullah pun menunggu sejenak sembari menyampaikan kepada jamaah yang ada untuk menunggu salah seorang jamaah yang belum hadir. Setelah ditunggu beberapa saat tetap belum nampak hadir, maka akhirnya Rasulullahpun bergegas segera melaksanakan ibadah shalat shubuh. Sehabis shalat shubuh ditunaikan Rasulullah melihat kearah shof depan ,tengah dan belakang ,namun Rasulullah tetap tak mendapati sosok Tsa’ban . Akhirnya beliau Shalallahu’alaihi wasalam bertanya kepada para sahabatnya yang lain. Adakah yang tahu gerangan kemana Tsa’ban? Semua sahabat pun diam seribu bahasa , mereka pada nggak tahu dimana tsa’ban berada. Kenapa tidak kelihatan kut serta dalam shalat shubuh berjamaah pada hari itu. Rasulullah pun kembali bertanya kepada para sahabat “ada yang tahu dimanakah rumah Tsa’ban? Salah seorang sahabat pun mengacungkan jarinya sambil menjawab “saya tahu wahai Rasulullah”. Lantas Rasulullah pun pamit dan mengajak sahabat tersebut untuk mengantarkannya. Ternyata perjalanan cukup memakan waktu karena lumaya jauh, rasulullah berangkat bada shubuh dan sampai dirumah Tsa’ban mendekati puncak waktu Dhuha. Sesampainya dirumah Tsa’ban rasulullah mengetuk pintu dan mengucapkan salam lantas dijawab oleh suara perempuan dari dalam rumah yang tak lain adalah istrinya Tsa’ban. Pintu rumahnyapun dibukanya ,dan ternyata Rasulullah yang datang. Rasulullah pun bertanya kemana Tsa’ban gerangan, kenapa nggak kelihatan shalat Shubuh di Masjid nabawi ? istrinya pun menjawab bahwa Tsa’ban suaminya telah meninggal dunia berapa waktu yang lalu. Setelah berbelasungkawa dengan mengucapkan kalimat Istirja’ rasulullah pun pamit untuk pulang, namun istri Tsa’ban berkata ‘sebentar ya Rasulullah” ada hal yang mau saya tanyakan pada antum? “oh ya apakah itu?” jawab Rasulullah. Begini Ya Rasulullah ..saat Tsa’ban suami saya sakaratul maut ada 3 hal yang Ia katakan , yang pertama kenapa tidak yang baru, kenapa tidak semuanya kenapa tidak yang jauh, apakah maksudnya ya Rasulullah ? demikian ungkap Istri Tsa’ban. Maka Rasulullahpun menjawab ” yang pertama soal kenapa tidak yang baru, karena suatu ketika saat Tsaban masih hidup dan ketika mau menuju ke Masjid Nabawi ditengah perjalanan bertemu dengan seseorang yang kedinginan lantas tsa’ban berempati dan akhirnya mencopot baju luarnya untuk diserahkan ke orang yang kedinginan tersebut. baju luar yang dipakai Tsa’ban adalah baju lama sedangkan baju rangkapnya adalah baju baru , coba kalau aku berikan yang baru pasti pahalanya beda. kemudian yang kedua kenapa tidak semuanya, ” suatu hari saat Tsa’ban berada dirumah ada seorang tamu yang datang dan kelaparan , lantas Tsa’ban memberikan sepotong roti dan segelas susu dan membagi dua dengan dirinya, coba kalau waktu itu aku memebrikan semuanya pasti pahalanya beda dan yang ketiga kenapa tidak yang jauh? ” Tsa’ban merasa kenapa tidak melangkahkan kakinya menuju Masjid yang lebih jauh, tentu pahalanya beda. Itulah yang dimaksudkan dengan kata kata yang diucapkan tsa’ban saat mendekati ajalnya. Masya Allah begitu mulia Sahabat Tsa’ban yang begitu mementingkan kepentingan akherat. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari sosok sahabat Rasulullah yang bernama Tsa’ban tersebut. Wallahu’alam




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *