CETAK KADER FILANTROPI, PROGRAM DAKWAH DAN ADVOKASI LAZ AL QOYYIM GELAR SEKOLAH AMIL DI BULU
SUKOHARJO – Program Dakwah dan Advokasi LAZ Al Qoyyim terus memperluas jangkauan manfaatnya melalui upaya kaderisasi dai muda yang kompeten di bidang sosial kemanusiaan.
Pada Sabtu (11/04/2026), LAZ Al Qoyyim menyelenggarakan “Sekolah Amil” bagi para santri di Aula RQ Irmas Bani Saimo Suro Karyo, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini merupakan agenda rutin bulanan setiap Sabtu pekan kedua.
Bertempat di pesantren wakaf keluarga besar Bapak Saimo Suro Karyo yang berada di bawah naungan Yayasan Irmas Sukoharjo, acara ini menjadi momentum krusial bagi para santri setingkat SMA untuk mendalami peran strategis amil dalam tatanan kemasyarakatan.
Membangun Karakter: Pilar Program Dakwah dan Advokasi LAZ Al Qoyyim
Hadir sebagai pemateri utama, Ahmad Winarto selaku Direktur LAZ Al Qoyyim Sukoharjo, memaparkan materi fundamental mengenai “Karakter Dasar Seorang Amil”.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, beliau menekankan bahwa seorang amil tidak hanya bertugas mengelola dana, tetapi merupakan duta kebaikan yang membawa amanah besar dalam dakwah bil hal (dakwah melalui aksi nyata).
Peserta yang merupakan seluruh santri RQ Irmas Bani Saimo Suro Karyo, yang mendapatkan pendidikan gratis, tampak antusias mengikuti jalannya pemaparan materi, tanya jawab, hingga diskusi kelompok.
Sekolah Amil ini didesain agar para santri tidak hanya siap menjadi pengajar atau pendakwah di atas mimbar, tetapi juga piawai bergerak di sektor filantropi dan dakwah sosial kemanusiaan.
Visi Kaderisasi: Dakwah Sosial untuk Kemandirian Umat
Melalui Program Dakwah dan Advokasi LAZ Al Qoyyim, para santri dipersiapkan menjadi motor penggerak kebaikan di masyarakat saat mereka lulus nanti.
Sinergi antara LAZ Al Qoyyim dan Yayasan Irmas Sukoharjo ini bertujuan mencetak kader dai yang memiliki integritas amil: jujur, profesional, dan memiliki empati tinggi terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
“Kami berharap santri di sini memiliki kemandirian dan kesiapan untuk berdakwah di jalur filantropi. Menjadi amil adalah tentang menjaga kepercayaan umat dan memastikan keadilan distribusi zakat sampai ke tangan yang berhak,” ujar Ahmad Winarto di sela-sela diskusi bersama santri.
Dengan pembekalan rutin ini, LAZ Al Qoyyim optimis regenerasi pejuang zakat di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya akan terus terjaga.
Dukung Lahirnya Kader Dai Filantropi
Setiap ilmu yang diserap oleh para santri calon amil ini adalah investasi jangka panjang untuk kemaslahatan umat. Dukungan Anda terhadap Program Dakwah dan Advokasi LAZ Al Qoyyim akan memastikan keberlanjutan beasiswa santri, pelatihan amil, dan syiar Islam di pelosok pedesaan.
Mari salurkan dukungan terbaik Sahabat melalui:
- BSI: 22-888-3333-8 a.n. Yayasan Al Qoyyim
- Konfirmasi: 0823-2708-0840
- Sedekah Online: donasi.alqoyyim.com
Tunaikan Amanah, Menggapai Berkah. Bersama LAZ Al Qoyyim, Kita Siapkan Generasi Amil Masa Depan.