SEPULANG SEKOLAH, ABDUL HARUS JALANI OPERASI

Peduli Kesehatan Abdul Jabbar

Sejak kecil, Abdul Jabbar dibesarkan neneknya. Kini, di usia 17 tahun, siswa kelas 3 MAN 1 Sukoharjo itu harus menjalani operasi setelah mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang sekolah.

Abdul tinggal berdua bersama neneknya, Tukinah, di sebuah rumah sederhana di Dusun Jajar, Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo.

Ibunya meninggal ketika Abdul berusia sekitar lima tahun. Ayahnya yang sejak kecil merantau kemudian juga meninggal saat Abdul duduk di kelas 1 SMA.

Sejak itu, nenek menjadi sosok yang merawat dan menemani Abdul menjalani kehidupan.

Kecelakaan Saat Pulang Sekolah

Rabu, 5 Agustus 2026, Abdul pulang dari sekolah dengan berkendara. Dalam perjalanan, sebuah kendaraan menyeberang tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Kecelakaan pun terjadi.

Abdul mengalami patah pada jari tangannya serta cedera pada rahang dan tulang di bawah mata.

Ia kemudian menjalani perawatan di RSUD Ir. Soekarno, Sukoharjo. Selama dua hari, Abdul dan keluarganya menunggu tindakan sekaligus kepastian mengenai pembiayaan pengobatan.

Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Abdul akhirnya menjalani operasi. Tiga bagian yang mengalami cedera ditangani dalam satu tindakan. Jari tangannya disambung, sementara cedera pada rahang dan tulang di bawah mata juga mendapatkan penanganan.

Di rumah sakit, Abdul ditemani nenek dan pamannya.

Nenek yang Tetap Menemani

Nenek Tukinah tidak memiliki penghasilan tetap. Selama ini, kebutuhan mereka dibantu oleh paman dan bulek Abdul.

Namun ketika cucunya harus menjalani operasi, nenek tetap berada di sampingnya.

Di tengah keterbatasan, ia menemani Abdul melewati hari-hari di rumah sakit. Tidak banyak yang bisa dilakukan selain menunggu, berdoa, dan berharap cucunya segera pulih.

Kabar tentang kondisi Abdul kemudian sampai kepada LAZ Al Qoyyim.

Pada hari operasi, bantuan awal telah diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan Abdul dan keluarganya.

Bantuan tersebut mungkin belum menyelesaikan seluruh kebutuhan yang ada. Abdul masih harus menjalani masa pemulihan dan kondisinya masih perlu dipantau.

Namun setidaknya, hari itu Abdul tahu bahwa ada orang-orang yang ikut peduli terhadap perjuangannya.

Abdul Ingin Kembali Sekolah

Di usianya yang ke-17, Abdul seharusnya sedang mempersiapkan diri menghadapi masa depan dan menyelesaikan pendidikan.

Kini, harapannya sederhana: sembuh, kembali beraktivitas, dan kembali ke sekolah.

Sementara di rumah sederhana mereka, seorang nenek masih menunggu cucunya pulang dalam keadaan sehat.

Mungkin kita sering melewati kisah seperti Abdul tanpa pernah mengetahuinya.

Seorang anak yang kehilangan ibunya sejak kecil. Seorang ayah yang telah tiada. Seorang nenek tanpa penghasilan tetap yang tetap bertahan merawat cucunya.

Lalu ketika kecelakaan datang, mereka harus menghadapi ujian berikutnya.

Apa iya kita harus diam melihat perjuangan mereka?

Mungkin kita tidak mampu menyelesaikan semuanya.

Tetapi mungkin, sedikit kepedulian dari kita bisa membuat beban mereka terasa lebih ringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *