Panen Membawa Berkah, Pak Mardi Rutin Tunaikan Zakat Pertanian

Pak Mardi zakat pertanian

Bagi Mardi, seorang petani padi asal Mojotegalan, Joho, Sukoharjo, sawah bukan hanya tempat mencari nafkah. Sawah adalah amanah yang diteruskan dari ayahnya, sekaligus ruang tempat ia belajar bahwa setiap bulir padi tumbuh karena izin Allah.

Sudah puluhan tahun ia menekuni profesi sebagai petani. Musim demi musim silih berganti. Ada kalanya hasil panen berlimpah, tetapi tidak sedikit pula masa ketika cuaca, biaya produksi, dan harga gabah membuat petani harus bekerja lebih keras hanya untuk tetap bertahan.

Alhamdulillah, musim tanam kedua tahun 2026 menghadirkan kabar yang menggembirakan. Dengan sistem irigasi berbayar, sawah Pak Mardi menghasilkan sekitar 1,2 ton gabah. Harga gabah yang sedang baik membuat panen kali ini terasa lebih membahagiakan.

Namun bagi Pak Mardi, panen bukan semata soal banyaknya gabah yang dibawa pulang.

“Panen adalah memetik keberkahan,” begitu keyakinan yang ia pegang.

Keberkahan Tidak Berhenti di Sawah

Keyakinan itulah yang membuat Pak Mardi rutin menunaikan zakat pertanian melalui LAZ Al Qoyyim setiap kali hasil panennya telah memenuhi ketentuan syariat.

Bukan karena ingin dipuji, melainkan karena ia menyadari bahwa di dalam setiap rezeki yang Allah titipkan terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan.

Selain lokasinya yang dekat dari rumah, kepercayaan yang telah terbangun membuatnya mantap menitipkan zakat kepada LAZ Al Qoyyim agar dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Pada Rabu, 22 Juli 2026, Pak Mardi datang ke kantor sederhana LAZ Al Qoyyim yang berada di emper Masjid Insan Taqwa. Di tempat itulah zakat pertaniannya diterima oleh salah seorang amil, Husna Abida.

Ada Doa yang Membuat Hatinya Bergetar

Bagi sebagian orang, proses menyerahkan zakat mungkin hanya berlangsung beberapa menit.

Namun bagi Pak Mardi, ada satu momen yang sulit dilupakan.

Usai serah terima zakat, amil membacakan doa untuk dirinya dan keluarganya.

Doa sederhana itu justru menyentuh hatinya.

“Saya merinding ketika salah seorang Amil LAZ Al Qoyyim membacakan doa untuk saya ketika serah terima zakat tadi.”

Mungkin inilah yang sering luput dari perhatian. Zakat bukan sekadar memindahkan sejumlah harta dari satu tangan ke tangan lainnya. Di dalamnya ada doa, rasa syukur, dan harapan agar rezeki yang Allah titipkan semakin bersih, berkah, dan membawa kebaikan.

Agar Keberkahan Panen Dirasakan Lebih Banyak Orang

Zakat yang ditunaikan Pak Mardi nantinya akan disalurkan kepada para fakir, miskin, dan golongan penerima zakat (asnaf) di sekitar Sukoharjo.

Inilah ajaran yang dicontohkan Rasulullah ﷺ ketika mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman:

تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“Diambil dari orang-orang kaya di antara mereka, lalu dikembalikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 1395 dan Muslim no. 19).

Melalui zakat, keberkahan hasil panen tidak berhenti pada satu keluarga saja, tetapi ikut mengalir kepada mereka yang sedang membutuhkan. Dari sawah yang digarap dengan penuh kesabaran, lahirlah harapan bagi sesama.

Mari Bersihkan Harta, Tebarkan Keberkahan

Setiap rezeki yang Allah titipkan mengandung hak orang lain. Ketika zakat ditunaikan, bukan hanya harta yang menjadi lebih bersih, tetapi juga hadir kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup.

Jika Anda memiliki hasil pertanian, usaha, perdagangan, maupun penghasilan yang telah mencapai nisab, mari tunaikan zakat melalui LAZ Al Qoyyim agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para fakir, miskin, dan asnaf zakat di sekitar Sukoharjo.

BSI: 22-888-3333-8 a.n. Yayasan Al Qoyyim

Konfirmasi: 0823-2708-0840

Semoga Allah menerima setiap zakat yang kita tunaikan, membersihkan harta, melapangkan rezeki, dan menjadikannya sebab keberkahan bagi kehidupan di dunia maupun akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *