Cinta Tertinggi

Andaikan saja hati seseorang mendapatkan segala apa yang melezatkan, tidaklah ia merasa damai dan tenteram kecuali dengan kecintaannya kepada الله.
Jika seseorang kehilangan cinta kepada الله dalam hatinya, maka kepedihan yang dirasakannya jauh lebih parah dari pada kepedihan mata karena kehilangan pengelihatan, kepedihan telinga karena kehilangan pendengaran, hidung karena kehilangan penciuman dan mulut karena kehilangan kemampuan berbicara, bahkan kerusakan hati akibat kekosongan dari rasa cinta kepada الله sebagai Penciptanya, Pencetus wujudnya dan Tuhan sesembahannya yang sejati, jauh lebih berat dari pada kerusakan fisik karena terpisah dari nyawanya.

Esensi (hakikat) cinta adalah bilamana kita merelakan segala yang kita miliki untuk seseorang yang kita cintai sehingga tidak menyisakan sedikitpun apa yang ada pada diri kita. Di sinilah, maka kecintaan seseorang kepada الله hendaklah mengalahkan mendominasi segala perkara yang dicintai, sehingga apapun yg dicintai oleh seseorang tunduk kepada cinta yang satu ini yang menjadi penyebab kebahagiaan dan kesuksesan bagi dirinya.


Kadar kecintaan dalam hati orang yang mencintai الله bertingkat-tingkat. Itulah sebabnya, الله melukiskan betapa besarnya kecintaan orang-orang mukmin kepadaNya dalam firmanNya :
“Orang-orang yang beriman sangat mendalam cintanya kepada الله.” (Qs Al-Baqarah : 165)


Kata “Asyaddu” (sangat mendalam) menjadi bukti adanya tingkatan cinta dalam hati mereka. Artinya, ada cinta yang lebih tinggi dan kemudian ada lagi yang lebih tinggi.

Dan cinta tertinggi hanya kepada Nya . Allah sang maha dari segala maha penguasa alam raya ini.