Penyaluran Zakat Pertanian: ULZ Al Qoyyim Butaru Antarkan Senyum Hingga Pintu Rumah Mustahik

Penyaluran Zakat Pertanian

SUKOHARJO – Penyaluran zakat pertanian Sukoharjo kembali menjadi jembatan kebahagiaan bagi warga prasejahtera di pelosok Kabupaten Sukoharjo.

Pada Kamis (23/4), Unit Layanan Zakat (ULZ) Al Qoyyim Butaru (Bulu, Tawangsari, Weru) bergerak menyisir jalanan Desa Malangan, Kecamatan Bulu, untuk mengantarkan amanah hasil panen petani kepada mereka yang berhak menerima.

Aksi kemanusiaan ini menyasar 15 mustahik yang berada dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Mayoritas penerima manfaat adalah para lansia yang hidup sebatang kara, warga yang tidak memiliki lahan pertanian, hingga penderita sakit menahun yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sinergi Petani Lokal dalam Penyaluran Zakat Pertanian Sukoharjo

Uniknya, paket beras seberat 5 kg yang dibagikan merupakan hasil panen langsung dari seorang petani di wilayah Kecamatan Bulu.

Hal ini menunjukkan ekosistem kebaikan yang mandiri, di mana hasil bumi Sukoharjo kembali dirasakan manfaatnya oleh warga miskin di wilayah yang sama melalui pengelolaan zakat yang tepat.

Guna menjaga martabat para penerima manfaat, tim ULZ Al Qoyyim Butaru memilih metode door-to-door.

Setiap paket beras diantar langsung ke rumah masing-masing mustahik.

Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang tepat tanpa mengharuskan para lansia yang sakit untuk menempuh perjalanan jauh ke kantor layanan.

Dr. Sudrajat, M.Pd, selaku mitra strategis ULZ Al Qoyyim Butaru yang turut mendampingi kegiatan ini, memberikan apresiasinya atas kepercayaan para petani.

Ia menegaskan bahwa potensi zakat dari sektor pertanian di wilayah Butaru sangat besar untuk mengentaskan kemiskinan lokal.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga di Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru, untuk tidak ragu menunaikan zakat harta maupun zakat pertaniannya melalui ULZ Al Qoyyim Butaru. Sinergi ini adalah kunci agar tidak ada lagi saudara kita di sekitar yang kelaparan,” tutur Dr. Sudrajat di sela-sela kegiatan.

Membangun Kemandirian melalui Zakat Produktif

Melalui kegiatan ini, LAZ Al Qoyyim membuktikan komitmennya dalam menjalankan 12 fokus kinerja komunikasi lembaga, terutama dalam hal transparansi distribusi dan penguatan basis dakwah di wilayah pelosok.

Penyaluran ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan bentuk nyata kehadiran lembaga dalam memuliakan dhuafa.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program kebaikan ini, LAZ Al Qoyyim membuka layanan konsultasi dan jemput zakat untuk memastikan setiap harta yang dikeluarkan menjadi keberkahan bagi pemiliknya dan solusi bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *