Jangan Lupakan Aceh dan Sumatera: Mari Terus Galang Kepedulian untuk Saudara-Saudara Kita

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyisakan luka mendalam bagi ribuan keluarga. Dalam sekejap, hunian yang selama ini menjadi tempat bernaung luluh lantak, jalan-jalan terputus, fasilitas umum rusak, dan banyak warga harus mengungsi tanpa tahu kapan bisa kembali menjalani hidup dengan normal. Di tengah duka dan ketidakpastian itu, satu hal yang harus terus kita jaga adalah rasa peduli dan solidaritas sebagai sesama saudara sebangsa.
Tragedi ini bukan hanya deretan angka korban atau laporan kerusakan. Di balik setiap rumah yang hanyut, ada keluarga yang kehilangan tempat pulang. Di balik setiap anak yang menangis ketakutan, ada trauma yang akan mereka bawa sepanjang hidup. Dan di balik setiap orang tua yang menatap kosong harta benda yang hilang, ada tanggung jawab yang terasa semakin berat. Semua ini mengingatkan kita bahwa kemanusiaan tidak boleh menunggu. Mereka membutuhkan uluran tangan kita hari ini, bukan nanti.
Karena itu, jangan lupakan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Jangan biarkan duka mereka tenggelam oleh cepatnya arus informasi dan rutinitas harian kita. Bencana boleh berlalu, tetapi penderitaan para penyintas tidak otomatis hilang begitu saja. Mereka butuh waktu panjang untuk pulih. Mereka membutuhkan kita untuk tetap bersama mereka, memberikan dukungan moral dan bantuan nyata agar dapat bangkit kembali.
Saat ini, ribuan pengungsi masih bertahan di tenda darurat. Ketersediaan makanan, kebersihan air, kebutuhan bayi, obat-obatan, dan perlengkapan harian masih sangat terbatas. Banyak warga kehilangan mata pencaharian, sementara anak-anak terpaksa menghentikan aktivitas belajar karena sekolah rusak atau akses terputus. Di tengah kondisi ini, kepedulian kita bukan sekadar belas kasihan, tetapi menjadi sumber kekuatan bagi mereka untuk terus bertahan.
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kuat karena semangat gotong royongnya. Ketika saudara kita berada dalam kesusahan, kita selalu hadir. Dan sekarang, panggilan itu kembali datang. Kita mungkin tidak berada di lokasi bencana, tetapi kita bisa menjadi bagian dari solusi melalui bantuan, donasi, dukungan logistik, berbagi informasi, ataupun mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi mereka.
Mari terus galang kepedulian.
Setiap rupiah, setiap paket bantuan, setiap tenaga relawan, hingga setiap doa memiliki makna besar. Bantuan kita bukan hanya memberikan kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan harapan—bahwa mereka tidak sendiri, bahwa bangsa ini tidak pernah meninggalkan warganya yang sedang terluka.
Bencana ini adalah ujian, namun juga kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kemanusiaan yang sejati. Kita bisa menjadi bagian dari perubahan. Kita bisa meringankan beban mereka.
Jangan lupakan Aceh. Jangan lupakan Sumatera Utara. Jangan lupakan Sumatera Barat.
Mari bergandengan tangan, melangkah bersama, dan memastikan saudara-saudara kita dapat kembali menata hidup dengan penuh harapan.
