Strategi Pemberdayaan Ekonomi Mustahik: Al Qoyyim Studi Banding Inovasi Fish Bank di Banyuwangi

Strategi Pemberdayaan Ekonomi Mustahik: Al Qoyyim Studi Banding Inovasi Fish Bank di Banyuwangi

BANYUWANGI – Strategi pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi agenda utama kunjungan Dewan Syuro Yayasan Al Qoyyim ke Pantai Ria Bomo, Banyuwangi, pada Sabtu (2/5). Rombongan pimpinan Al Qoyyim hadir untuk menyaksikan secara langsung efektivitas program Fish Bank Indonesia dalam mentransformasi kehidupan ekonomi masyarakat nelayan melalui optimalisasi dana zakat.

​Program Fish Bank merupakan inovasi struktur buatan dari bambu, ijuk, dan sabut kelapa yang diletakkan di dasar laut sebagai rumah bagi biota laut. Inisiatif kreatif yang digagas oleh Sinergi Foundation bersama YBM PLN dan Pokmaswas Benteng Samudera ini, telah terbukti meningkatkan hasil tangkapan ikan secara signifikan sekaligus menekan biaya operasional bahan bakar nelayan setempat.

​Replikasi Model Inovatif untuk Strategi Pemberdayaan Ekonomi Mustahik
​Kunjungan ini bertujuan untuk membedah ekosistem zakat produktif yang mampu memberikan dampak jangka panjang. Yuyu Wahyudin, Penanggung Jawab Program Fish Bank dari Sinergi Foundation, mengapresiasi langkah progresif LAZ Al Qoyyim dalam mempelajari model ini untuk diterapkan di daerah asal.

​”Kami sangat senang menyambut kehadiran LAZ Al Qoyyim. Semangat mereka untuk mereplikasi model Fish Bank ini menunjukkan bahwa Al Qoyyim adalah lembaga yang sangat serius memikirkan dampak jangka panjang bagi mustahik,” ungkap Yuyu Wahyudin di hadapan rombongan pimpinan.

​Rombongan Dewan Syuro yang hadir terdiri dari tokoh-tokoh kunci, antara lain Ust. Arif Siswanto (Dewan Pengawas Syariah), Ust. Mahfudi (Ketua Yayasan), Ust. Ahmad Winarto (Direktur LAZ), Ust. Sunar Wulan (HRM), dan Ust. Wahyudi (Kepala Griya Dakwah). Kehadiran formasi lengkap ini menegaskan komitmen lembaga dalam melakukan penyegaran manajerial dan inovasi program pemberdayaan.

​Kolaborasi Lintas Lembaga demi Kemandirian Umat
Ketua Pokmaswas Benteng Samudera, Aan Mutawwib, beserta tim nelayan lokal menyambut hangat kunjungan ini dengan berbagi pengalaman teknis di lapangan. Bagi LAZ Al Qoyyim, ilmu yang didapat dari pesisir Banyuwangi ini menjadi bekal berharga untuk memperkuat program Bina Insan Berdaya di Sukoharjo, khususnya dalam menciptakan skema kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

​Langkah studi banding ini merupakan bagian dari 12 fokus kinerja komunikasi lembaga untuk membangun kepercayaan publik melalui peningkatan kompetensi manajerial. Dengan terus belajar dari praktik terbaik (best practice), LAZ Al Qoyyim berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah zakat yang dititipkan menjadi modal perubahan hidup yang nyata bagi para mustahik.

​Mari bersinergi mewujudkan mustahik yang mandiri melalui:
🏦 BSI: 22-888-3333-8 (a.n. Yayasan Al Qoyyim)
🌐 Layanan Zakat Produktif: tabungamal.com
📱 Konsultasi: wa.me/6282327080840

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *