Dunia Sementara Akhirat Selamanya

Dunia ini sebenarnya jika kita telusuri dari segi pengertian bahasanya terambil dari kata danâ, yang artinya adalah dekat atau sebentar.
Dari makna ini bisa dipahami bahwa dunia ini adalah suatu tempat yang dekat lagi sebentar.
Hal ini dapat dirasakan ketika kita memakan makanan, yang merasakan lezat dan pahitnya adalah hanya sampai pada tenggorokan, saat sampai di perut, tidak bisa dibedakan rasanya mana makanan yang lezat dan makanan yang tidak lezat.
Itulah gambaran kehidupan dunia.
Seperti dalam salah satu ayat dalam al-Qur’an pada Q.S. Al-Kahfi 18:45 berikut:
Artinya: “Dan buatkanlah perumpamaan untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air hujan yang kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Tak ada manusia yang mengetahui kapan ajalnya akan datang dan di mana tempatnya mati. 

Oleh karena itu, Imam al-Ghazali dalam Khuluq al-Muslim ketika menasihati murid-muridnya mengatakan bahwa yang paling dekat kepada manusia adalah kematian. Sebab, kematian adalah rahasia الله
Banyak ayat Al Quran yang menjadi reminder agar tidak melupakan kematian. Ini menjadi penanda pentingnya bagi manusia untuk selalu mengingat kematian. 

Moga الله selalu membimbimg hati kita untuk selalu terjaga bersiap menghadapi kematian.
‎آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين