Hakikat Kemenangan

Hakikat kemenangan sebuah kompetisi itu adalah suksesnya perjuangan untuk meraih kemenangan dgn penuh kejujuran, bukanlah merekayasa dan menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan.
Karena sebuah kompetisi sangat erat kaitannya dgn sportifitas, jika sebuah kompetisi diwarnai kecurangan, maka kemenangan yang diraihpun sama halnya dgn kekalahan. Apa artinya kemenangan kalau hanya bernilai dalam sebutan, namun secara moral malah bernilai kekalahan.
Lebih mulia kalah dalam kompetisi, tapi menang secara moral. Karena sekalipun kalah, namun masih memiliki sikap moral. Untuk apa menang, kalau sejatinya kalah. Kemenangan sejati adalah mengalahkan keinginan untuk melakukan kecurangan.
Untuk apa mengejar sebuah kemenangan dengan cara-cara yg salah, sementara kemenangan yg diraih tidaklah memberikan kebanggaan. Kegembiraan ditengah perasaan bersalah, sesungguhnya adalah kegagalan dalam meraih kemenangan.
Jadilah pemenang sejati, pemenang yang memang harus dimenangkan, bukanlah pemenang yang pada akhirnya hanya menjadi pecundang.
Juara sejati bukanlah pemenang yang sudah mengalahkan lawannya, tapi pemenang yg sudah mampu menaklukkan dirinya sendiri.
Atau mungkin kita sekarang sudah di zaman seperti yg dikhawatirkan Rasul ‎ﷺ. “Akan datang tahun2 penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” Lalu Rasulullah ‎ﷺ ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” Rasulullah ‎ﷺ menjawab, “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum”. (Sunan Ibnu Majah)
Apabila zaman itu telah datang, maka orang-orang tak berilmu yang akan mengurus segala urusan, sehingga dia sendiri akan tersesat dan menyesatkan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *